Majas Personifikasi beserta Seluk-Beluknya

Berbicara mengenai macam-macam Majas, masih terdapat pula ragam dari Majas Perbandingan dan majas metafora. Salah satunya adalah Majas Personifikasi. Majas ini sudah menjadi langganan tersendiri di dunia sastra. Sebab dari Personifikasi sendiri telah menghadirkan berbagai makna kata yang unik nan indah. Berikut pembahasan lengkap Majas jenis Personifikasi.

  1. Pengertian Umum

Pembahasan pertama dimulai dengan Pengertian Umum dari Personifikasi. Apa itu Majas jenis Personifikasi? Bermakna kalimat dengan gaya bahasa yang menyatakan benda mati seolah sebagai sesuatu hal hidup. Dalam hal ini Majas jenis Personifikasi termasuk dalam jenis Majas yang membandingkan dua makna kata berbeda.

Gaya bahasa yang diungkapkan dalam Majas jenis Personifikasi cenderung klise campuran. Artinya, Personifikasi membangkitkan aura kalimat tersendiri dengan gaya bahasa yang berbeda. Tak jarang bila sastrawan atau penulis memilih untuk memadu-padankan jenis Personifikasi dengan Metafora.

  1. Pengertian menurut Para Ahli

Menurut para Ahli yang pertama terdapat Nurgiantoro, Pengertian Majas jenis Personifikasi sendiri berarti memberi kesan sifat kemanusiaan terhadap benda yang mati. Disusun dan diringkas dalam susunan kalimat. Arti lain membangkitkan makna klise seolah-olah benda tersebut hidup. Lalu terdapat pula pendapat dari Tarigan.

Tarigan di tahun 2013 menyampaikan asumsi pengertian Majas jenis Personberupa memberi kesan sifat manusia pada benda mati beserta ide abstrak. Sehingga dalam jenis Personifikasi sendiri lebih cenderung membawa sifat-sifat manusia. Sifat ini dituangkan dalam gambaran benda mati. Sehingga akan terlihat seolah-olah hidup.

  1. Karakteristik

Karakteristik apa saja yang mendasari sebuah Majas jenis Personifikasi? Umumnya Personifikasi hadir untuk meluaskan sekat tau batasan antara benda mati dan hidup. Dalam arti lain, agar sebuah kalimat atau frasa tidak hanya berhubungan dengan sesuatu yang hidup. Melainkan hadir untuk menghidupkan benda-benda yang mati.

Terlebih pada makna frasa Personifikasi sendiri, menghadirkan berbagai penghayatan dan makna yang lebih ringkas dan kompleks. Sehingga seorang penulis dapat berharap agar pembaca memahami makna tersirat. Tak lupa untuk menyelipkan pesan atau amanat bermakna dalam frasa tersebut. Tentunya dengan sifat tersirat.

  1. Perbedaan

Masih dalam konteks Majas Perbandingan, umumnya Personifikasi lebih sering dibandingkan dengan Metafora. Karena kesamaan konsep perbandingan yang cukup mirip, ternyata kedua jenis ini memliki perbedaan yang signifikan. Perbedaan kedua jenis majas ini terletak pada penggunaan konjungsi yang digunakan.

  1. Fungsi

Apa saja fungsi dari Majas jenis Personifikasi dalam dunia sastra? Umumnya Majas ini cenderung mempercantik susunan kalimat yang ada. Susunan kalimat perlu diperhatikan dan disusun dengan baik. Sehingga jika pembaca mengambil makna tersirat dapat mudah dan tidak menimbulkan ke-salah-artian.

  1. Ciri-Ciri

Ciri-ciri yang meliputi penyusunan Majas jenis ini, antara lain; Gaya bahasa yang cenderung menggunakan pilihan kata benda mati. Karena tujuan dari penggunaan Majas jenis ini sendiri, menghidupkan penghayatan benda mati. Selanjutnya, Personifikasi cenderung membandingkan benda mati dengan benda hidup.

Dan ciri yang terakhir yakni, Personifikasi menggambarkan situasi dalam bayangan yang konkret dan nyata. Oleh sebab itu, Majas jenis ini umumnya ditelusuri dengan makna citra yang asli dan nyata. Tidak semata-mata hanya mengandalkan penghidupan benda mati tanpa makna.

  1. Contoh

Terakhir dalam Majas Personifikasi ialah pembahasan contoh kalimat. Contohnya dapat berupa “Aroma masakan Ibu yang menggugah selera.”. Dalam hal ini, aroma masakan hanyalah makna klise penghidupan benda mati. Sehingga saat ditelusuri maknanya, Aroma merupakan makna tersirat untuk membangkitkan kata ‘menggugah’.

mua parasayu