Mengenal Pengertian, Ciri-ciri Beserta Contoh Majas Pleonasme

Majas pleonasme merupakan majas penegasan sehingga difungsikan untuk menegaskan atau memberikan penekanan pada kata atau kalimat sebelumnya yang sebetulnya sudah jelas. Sehingga dari pengertiannya itu majas atau gaya bahasa sastra ini sering dianggap berlebihan karena mengucapkan kata yang berbeda namun pada kenyataannya memiliki makna yang sama. Macam-macam majas sendiri terdiri dari banyak nama, dua yang paling banyak digunakan adalah majas metafora dan majas personifikasi.

Kapan majas atau gaya bahasa sastra ini digunakan? Majas atau gaya bahasa pleonasme sering digunakan untuk percakapan sehari-hari, pertunjukan teater, pantun, puisi dan karya sastra lainnya. Meskipun cenderung dalam hal pemborosan kata namun penggunaan majas pleonasme akan memperindah karya sastra yang Anda buat. Sehingga pembaca akan merasa tertarik untuk membacanya.

Setelah mengetahui pengertian dan fungsi dari majas atau gaya bahasa pleonasme, maka tidak lengkap rasanya jika Anda belum memahami tentang ciri-ciri dari majas atau gaya bahasa pleonasme.

Penyebab Atau Ciri Khusus Majas Pleonasme

Kalimat atau frase yang seperti apa sih yang termasuk majas atau gaya bahasa pleonasme? Berikut ini adalah ciri-ciri atau penyebab dari sebuah kalimat maupun frase yang dikatakan menggunakan majas atau gaya bahasa pleonasme:

  • Memiliki dua atau lebih kata yang bersinonim yang terletak dalam satu frasa maupun kalimat. Adapun contohnya: Demi untuk orang tuanya, dia mampu melakukan apapun. (kata “demi” dan juga “untuk” memiliki makna yang sama atau bersinonim).
  • Dalam satu kalimat atau frase memiliki bentuk jamak yang diulang dua kali. Contohnya: para guru-guru mengikuti upacara bendera untuk memperingati kemerdekaan Indonesia. (kata “para” dan “guru-guru” memiliki makna banyak atau bentuknya sama-sama jamak).
  • Terdapat dua kata yang memiliki satu makna. Contoh kalimatnya: Andi menadahkan tangan ke atas. (kata “menadahkan tangan” dan “ke atas” merupakan kata yang dapat dikatakan memiliki makna yang sama).
  • Dalam sebuah kalimat atau frase terdapat penanda jamak yang masih diikuti dengan kata benda yang jamak juga. Contohnya: berbagai-bagai macam model pakaian diperagakan dalam pameran busana di Jakarta. (kata “berbagai-bagai” memiliki makna jamak sama dengan “bermacam-macam”).
  • Adanya penyebutan salah satu singkatan yang sudah memberikan pernyataan secara lengkap. Contohnya: perhimpunan partai Golkar berhasil mendapatkan kursi di DPR. (kata “perhimpunan” bersinonim dengan “partai” yang sudah dijelaskan dalam singkatan Golkar yaitu golongan karya pada kata “golongan”).
  • Hiponim, contohnya: ayah menanam berbagai buah, seperti buah mangga, buah pepaya, dan juga buah manggis. ( buah pepaya, mangga dan juga manggis merupakan contoh hiponim dari jenis buah-buahan).

Contoh-contoh Majas Pleonasme

Adapun contoh-contoh dari majas atau gaya bahasa pleonasme adalah sebagai berikut ini:

  • Rinai menepikan sepedanya ke pinggir jalan lantaran rantai sepedanya lepas.
  • Mulanya dia tidak menyadari keberadaanku di belakangnya sampai dia menengok ke belakang.
  • Entah kenapa burung-burung yang semula terbang ke atas awan turun rendah di atas pohon misterius itu.
  • Bermacam-macam jenis mangga ditanam di kebun belakang rumah oleh ayah.
  • Berpuluh-puluh tahun lamanya juminten menunggu kepulangan suaminya yang pergi tanpa kabar.
  • Dimalam yang sepi sunyi Hartono selalu meratapi kepergian kekasihnya Rukmini yang meninggal kemarin.
  • Di hari libur ini aku menikmati makanan di Surabaya seperti rawon, rujak cingur, soto, tahu campur dan masih banyak lagi.
  • Bagaimana mungkin seorang anak sampai hati menghina orang tuanya habis-habisan.
  • Pukul 10 pagi tiba-tiba gunung api yang semula tidur itu meletus.
  • Dengan hati-hati aku mencoba menasehatinya agar tidak terlalu jauh terperosok ke dalam kesesatan.

Demikian itu adalah penjelasan yang cukup lengkap tentang majas pleonasme, semoga dapat menambah pengetahuan pembaca. Semoga bermanfaat.

mua parasayu