Pengertian, Macam-macam Bentuk dan Contoh Majas Repetisi

Majas repetisi merupakan salah satu dari macam-macam majas yang digunakan untuk sebuah penegasan makna kata sehingga kata tersebut disebutkan secara berulang dan mempunyai makna yang kuat. Secara bahasa sendiri majas atau gaya bahasa repetisi berasal dari bahasa latin yaitu repetition yang merupakan gabungan dari kata “re” yang bermakna pengulangan dan “petere” yang mempunyai arti mengarahkan secara langsung. Jadi, penggunaan dan penerapannya berbeda dengan majas metafora ataupun majas personifikasi.

Jenis majas atau gaya bahasa repetisi sendiri terbagi atas beberapa macam bentuk. Apa saja bentuk-bentuk dari majas atau gaya bahasa sastra ini?

Mengenal 5 Macam Bentuk Majas Repetisi

Setelah membahas pengertian dari majas atau gaya bahasa sastra ini baik secara bahasa maupun umum tidak lengkap rasanya tanpa membahas tentang macam-macam bentuk dari majas atau gaya bahasa sastra ini. Bentuk majas atau gaya bahasa sastra ini sendiri terbagi menjadi 5 macam, adapun penjelasan lengkapnya adalah sebagai berikut:

  • Tautoles

Bentuk majas atau gaya bahasa repetisi yang pertama adalah tautoles yaitu gaya bahasa yang memiliki karakter secara langsung. Adapun contohnya seperti: aku merindukanmu, kau merindukanku, ternyata kau dan aku saling merindukan.

  • Epizeuksis

Jenis majas atau gaya bahasa epizeuksis yaitu kata yang diulang berulang kali dan bersifat langsung. Contoh: karena keadaan aku harus berusaha, berusaha dan terus berusaha tanpa mengenal lelah demi tercapainya hidup yang layak dimasa depan nanti.

  • Mesodilopsis

Bentuk majas atau gaya bahasa repetisi selanjutnya adalah mesodilopsis yaitu gaya bahasa yang mempunyai karakter tidak langsung dalam kalimat berupa pengulangan yang ada di tengah dalam beberapa kata atau kalimat berurutan. Contoh:

Para pelajar jangan malas belajar

Para karyawan jangan malas bekerja

Para DPR jangan malas memperjuangkan rakyat

  • Anadiplasis

Majas repetisi anadiplasis merupakan gaya bahasa yang mempunyai karakter tidak langsung dan frasa terakhir dari kalimat merupakan frasa pertama pada kalimat selanjutnya. Contoh:

Ada cinta pada sebuah hubungan

Ada rasa sayang pada sebuah cinta

Hubungan erat adalah akhir pada sebuah sayang

  • Epanolepsis

Gaya bahasa repetisi epanolepsis merupakan kalimat yang pengulangannya berada pada baris kata yang terakhir. Contoh:

Setiap insan mendambakan cinta

Setiap insan senantiasa memiliki perasaan

Semua insan memberikan sayang dan menginginkan untuk disayangi

Hanya membaca contoh dari penjelasan diatas mungkin masih membuat Anda kesulitan dalam memahami seperti apa majas atau gaya bahasa sastra ini. Untuk itu sangat penting membaca banyak contoh dari majas atau gaya bahasa sastra ini agar memahami secara keseluruhan dan lengkap.

Contoh-contoh Kalimat dari Majas Repetisi

Membaca lebih banyak contoh tentang majas atau gaya bahasa sastra ini akan membuat Anda semakin paham dan mendapat gambaran langsung bagaimana aplikasi dari majas atau gaya bahasa repetisi. Langsung saja simak beberapa contoh kalimat yang menggunakan gaya bahasa repetisi:

  • Aku ingin selalu mendampingimu, selalu mendampingimu, dan ingin mendampingimu sampai akhir hembusan nafasku.
  • Sebagai seorang hamba sudah sepantasnya selalu bersyukur, bersyukur dan terus bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh sang pencipta.
  • Kasih tanpa kusangka kepergianmu meninggalkan bekas, bekas luka yang terus menganga.
  • Cukup sudah sakit ini sayang, sayang memang akan terus sayang, namun semua akan hilang perlahan setelah pengkhianatan.
  • Jangan pernah takut kehilangan, kehilangan dan terus kehilangan akan terjadi sampai akhir zaman.
  • Diujung persimpangan ini aku terus menunggu, menunggu dan selalu menunggu, kau berlari dan memelukku untuk menghilangkan beban rindu yang terus menyiksa.

Itulah beberapa penjelasan dan juga contoh dari majas repetisi, semoga dapat menambah wawasan dan membantu Anda yang ingin mengetahui lebih dalam tentang majas atau gaya bahasa repetisi.

mua parasayu