Pelajari Majas Simile beserta Ragam Pembahasan Lengkap

Mungkin dari sekian macam-macam Majas, majas ini cukup awam diketahui oleh masyarakat pada umumnya, tidak seperti majas metafora atau hiperbola. Majas ini bernama Majas Simile, yang penggunaannya menggunakan perbandingan eksplisit. Jika Anda merasa awam dengan salah satu jenis Majas ini. Simak serta pahami secara runtut uraian penjelasannya melalui pembahasan dibawah ini.

     

  1. Pengertian Umum

Apa pengertian umum dari Majas jenis Simile? Simile sendiri merupakan gaya bahasa perbandingan dengan menyatakan sesuatu hal antara satu dengan lainnya. Perbandingan digunakan dalam Majas jenis Simile, cenderung menggunakan gaya eksplisit terstruktur. Selain membandingkan, ada kata penghubung yang menyatukan antar kalimat.

Beberapa kata penghubung atau konjungsi yang sering digunakan dalam Majas jenis Simile, antara lain’ bagaikan, bak, mirip, seperti, laksana, dan lain sebagainya. Pada gaya bahasa Majas jenis Simile ini hampir mirip dengan Majas Metafora. Namun, Anda perlu belajar lebih jauh agar mengerti perbedaan yang mendasar antar keduanya.

  1. Pengertian menurut Para Ahli

Pendapat pertama hadir menurut Nurgiantoro. Beliau berpendapat bahwasanya Simile merupakan jenis majas yang memiliki gaya bahasa unik dengan perbandingan eksplisit. Sehingga suatu kosakata yang tercantum, berguna untuk dibandingkan antara satu sama lain. Lalu yang kedua, terdapat pula pendapat menurut Keraf yang hampir sama.

Keraf berpendapat bahwasanya Simile merupakan perbandingan eksplisit, yang menyatakan arti satu sama lain. Beserta konjungsi yang termaktub didalamnya. Dan yang terakhir pendapat menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) yang menyatakan bahwasanya Simile merupakan gaya bahasa pertautan antara satu sama lain.

  1. Karakteristik

Karakteristik apa yang mendasari terbentuknya Majas jenis ini? Umumnya majas jenis ini cenderung dibutuhkan untuk memperkuat gaya dramatis. Namun keberadaan dari jenis ini tidak sekuat adanya Majas Metafora. Sebab dalam praktiknya, Majas jenis Metafora terlalu monoton serta terkesan klasik ketika disampaikan pada pembaca.

Berbeda halnya dengan Majas jenis Simile, memiliki perbandingan yang terstruktur seperti bahasa 50:50. Perbandingan tersebut digunakan sebagai penyeimbang agar terkesan tidak terlalu memaksakan gaya bahasa. Majas jenis Simile umumnya sering digunakan dalam acara pidato, ceramah, pembacaan cerita, dan sebagainya.

  1. Perbedaan

Sama-sama termasuk dalam kategori Majas Perbandingan. Hal apa saja yang mendasari perbedaan antara Majas jenis Simile dengan Metafora? Terletak pada gaya bahasa serta perbandingan antara satu sama lain. Majas jenis Simile cenderung antara satu objek dengan lainnya. Sedangkan Metafora lebih ke konseptual gaya bahasa.

  1. Fungsi

Fungsi utama dan mendasar, yang disajikan dari gaya bahasa Majas jenis ini merupakan penggambaran perbandingan suatu hal. Penggambaran tersebut tampak tidak berhubungan satu sama lain. Hanya saja dari ke-tidaksinambung-an dua hal tersebut, hadir makna tersirat yang mampu ditangkap oleh pendengar maupun pembacanya.

  1. Ciri-Ciri

Beberapa ciri-ciri yang hadir di Majas jenis ini antara lain; menggunakan gaya bahasa yang dilebih-lebihkan. Layaknya seperti Majas Hiperbola, namun tidak kompleks. Yang kedua, perumpamaan bersifat seperti makna kiasan dan seolah tidak nyata. Serta yang ketiga, terdapat hubungan konjungsi antara satu kalimat dengan lainnya.

  1. Contoh

Dan yang terakhir dalam pembahasan Majas Simile yakni contoh serta ulasan pembahasan. Contoh kalimat kurang lebih seperti ini, “Sikap Rizki begitu dingin, bak air es.”. Dalam hal ini gaya bahasa Simile sudah dapat ditebak sejak awal. Dari kata ‘bak’ dan ‘air es’. Menandakan bahwa kosakata yang dituju adalah ‘sikap dingin’ dari seorang Rizki.