Arti Filosofis di Balik Riasan Pengantin Jawa

Kerap kali pernikahan digelar dengan konsep adat sesuai dengan asal daerah dari pengantin itu sendiri. Salah satu konsep adat yang sering digunakan dalam pernikahan ialah adat Jawa. Tak sembarangan, riasan pengantin dalam pernikahan adat jawa ternyata tak sekadar dilakukan begitu saja, namun ada arti filosofis di balik prosesi adat pengantin jawa.

mua parasayu

Anda bisa mewujudkan konsep pernikahan dengan adat Jawa dan make up yang tentunya membuat Anda semakin memesona dengan memilih jasa make up artist (MUA) yang berkualitas. MUA Parasayu merupakan jasa make up berpengalaman yang siap mewujudkan impian setiap pengantin.

Berikut makna yang terkandung dalam riasan pengantin Jawa, terutama dalam pernikahan yang mengusung adat Jawa asal Yogyakarta.

  1. Cunduk Mentul

Make up pada pengantin Jawa umumnya akan menggunakan hiasan kepala yang dikenal dengan nama cunduk mentul. Cunduk mentul biasanya dipasang ke arah belakang yang artinya pengantin wanita akan terlihat cantik saat dilihat dari depan maupun dari belakang.

Cunduk mentul biasanya berjumlah ganjil yakni tiga, lima, tujuh, hingga sembilan. Ada makna masing-masing di balik jumlah cunduk mentul yakni lima ialah simbol rukun Islam. Sementara Cunduk mentul yang berjumlah tujuh bermakna pertolongan dan cunduk mentul berjumlah sembilan merupakan simbol walisongo.

  1. Alis Menjangan

Bentuk lengkung alis yang sempurna merupakan salah satu poin penting dalam riasan pengantin Jawa. Alis dalam make up adat Jawa berbentuk unik yakni mirip tanduk menjangan atau rusa.

Alis dengan bentuk mirip menjangan ini menggambarkan seorang perempuan yang harus memiliki sifat cerdas, cerdik, namun anggun seperti halnya seekor rusa.

  1. Gunungan

Tak hanya cunduk mentul, kepala dari calon pengantin wanita juga akan dihiasi dengan gunungan. Hiasan gunungan ini bermakna sakral karena gunung dalam adat Jawa dipercaya sebagai tempat tinggal para dewa dan sering dijadikan sebagai tempat untuk melakukan ritual suci.

Gunungan yang digunakan pengantin wanita dalam pernikahan adat Jawa bermakna seorang wanita harus dihormati oleh suaminya nanti.

mua parasayu

  1. Sumping

Sumping ialah perhiasan yang dikenakan oleh pengantin perempuan dalam adat Jawa. Sumping biasanya dikenakan oleh keluarga kerajaan dan berbentuk daun pepaya.

Simbol daun pepaya berarti pengantin wanita harus siap mengarungi kehidupan pernikahan yang tak hanya manis dan bahagia saja, namun juga akan ada sisi pahit di dalamnya seperti rasa daun pepaya.

  1. Centhung

Pengantin Jawa yang melangsungkan pernikahan juga akan mengenakan perhiasan yang dikenal sebagai centhung. Centhung diletakkan di kedua sisi kepala dan berbentuk seperti gerbang yang bermakna pengantin wanita akan siap memasuki gerbang kehidupan baru bersama dengan pasangannya.

  1. Kalung Sungsun

Pada pengantin Jawa ada pula perhiasan bernama kalung sungsun. Kalung sungsun biasanya bersusun tiga yang menggambarkan tiga fase kehidupan yang harus dilalui seorang wanita yakni kelahiran, pernikahan, dan kematian.

  1. Paes Prada

Paes prada merupakan hiasan berwarna hitam melengkung yang ada di kening pengantin Jawa. Riasan ini diberi warna hitam dan emas dan berbentuk besar yang menggambarkan kebesaran Tuhan dan yang bagian kecil merupakan pengapit yang dimaksudkan agar seorang perempuan bisa menjadi penyeimbang dalam keluarga.

  1. Kelat Bahu

Hiasan lain yang digunakan oleh pengantin Jawa yakni kelat bahu. Kelat bahu digunakan di kedua lengan dan berbentuk seperti naga yang melambangkan keharusan bagi seorang wanita untuk bersikap kuat dan tegar dalam menghadapi lika-liku dalam kehidupan berumah tangga.

mua parasayu