8 Prosesi Upacara Pernikahan Adat Bali

Setiap daerah dan suku yang berada di Indonesia mempunyai prosesi pernikahan yang berbeda-beda, begitupun dengan suku di Bali. Selain alamnya yang indah dan menjadi tujuan wisata, Bali sendiri mempunyai prosesi upacara adat pernikahan yang berbeda dari daerah lainnya. Pada ulasan kali ini, parasayu akan memberikan informasi mengenai prosesi upacara pernikahan adat Bali yang sering di gunakan oleh masyarakat pada umumnya.

Sebelum lanjut, ada sedikit informasi untuk calon mempelai pengantin. Jika anda sedang mencari make up artist profesional untuk prewedding, pesta dan rias pengantin. Anda dapat menggunakan MUA Parasayu. Dengan MUA yang berpengalaman dan berkualitas, tentu hasil riasan pada hari pernikahan akan tampak cantik memukau. Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubungi MUA Parasayu di nomor telepon/WA 0895404100004 atau menghubungi website https://mua.parasayu.net/.

Prosesi Upacara Pernikahan Adat Bali

Di balik kecantikan payas agung Bali dalam pernikahan, ternyata terdapat beberapa upacara adat yang harus di lalui. Jika anda berencana melangsungkan pernikahan menggunakan adat Bali, berikut ini beberapa prosesi upacara pernikahan adat Bali yang biasa di lakukan.

  1. Menentukan Hari Baik Pernikahan

Prosesi menuju pernikahan dalam adat Bali di awali dengan menentukan hari baik pernikahan. Pihak keluarga pria akan datang ke kediaman pihak wanita untuk menentukan hari baik sesuai tanggalan agama Hindu. Pada pertemuan tersebut kedua keluarga akan mendiskusikan tanggal atau hari baik untuk menyelenggarakan pernikahan.

Hal ini di percaya dapat memberikan kelancaran dalam prosesi pernikahan dan dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Oleh karena itu, pada upacara pernikahan adat Bali, prosesi ini selalu di lakukan sebelum melangsungkan pernikahan.

  1. Upacara Adat Ngekeb

Kemudian prosesi upacara pernikahan adat Bali yang selanjutnya yaitu upacara adat Ngekeb. Upacara adat ini mempunyai tujuan untuk meminta restu kepada kedua orang tua. Agar pada proses pernikahan dan dalam mengarungi kehidupan berumah tangga dapat berjalan lancar.

Upacara adat ngekeb juga di lambangkan sebagai proses wanita remaja yang menju wanita dewasa. Oleh karena itu, biasanya pada prosesi adat ini berlangsung haru dan hikmat.

  1. Penjemputan Calon Pengantin Wanita

Selanjutnya adat prosesi adat penjemputan calon pengantin wanita. Upacara ini biasanya dilakukan di kediaman calon pengantin pria. Pihak keluarga pria akan menjemput calon pengantin wanita dan biasanya calon pengantin wanita sudah siap dengan menggunakan busana khas dengan di liputi kain tipis berwarna kuning dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Prosesi ini mempunyai makna bahawasannya calon pengantin wanita sudah siap untuk melangsungkan pernikahan dan mengubur semua masalalu untuk menjalani kehidupan baru berumah tangga.

  1. Upacara Adat Mungkah Lawang

Kemudian ada upacara pernikahan adat Bali yang bernama Mungkah Lawang. Mungkah lawang atau dalam bahasa Indonesia berarti membuka pintu merupakan salah satu prosesi adat yang dilakukan oleh calon pengantin. Prosesi ini mempunyai makna bahwa pihak calon mempelai pria sudah siap menjemput calon mempelai wanita yang berada di dalam kamarnya.

upacara pernikahan adat bali

foto via weddingku.id

Prosesi ini di awali dengan kedatangan utusan dari pihak pria yang datang ke kediaman wanita. Kemudian utusan tersebut mengetuk pintu kamar sebanyak tiga kali. Pada prosesi ini juga akan di iringi oleh musik tradisional Bali.

  1. Upacara Adat Mesegehagung

Selanjutnya ada prosesi upacara adat Masegehagung. Upacara adat masegehagung merupakan prosesi penyambutan kedua calon mempelai. Upacara adat ini di awali dengan kedatangan kedua mempelai dan mempelai wanita akan di tempatkan pada suatu ruangan yang sudah di sediakan. Tidak lama setelah itu, ibu dari orang tua akan menyusul ruangan mempelai wanita tersebut.

Di ruangan tersebut, ibu dari orang tua akan meminta mempelai wanita melepaskan kain kuning yang di kenakannya. Dan kain kuning tersebut akan digantikan dengan kepingan uang yang di sudah disiapakn oleh ibu dari orang tua mempelai.

  1. Upacara Adat Mekala-Kalaan atau Madengen-Dengen

Kemudian ada upacara pernikahan adat Bali yang bernama Mekala-kalaan atau Madengen-dengen. Prosesi ini akan di pimpin oleh pemangku agama atau pendeta yang berada di daerah sekitar. Adapun tujuan dari prosesi adat mekala-kalaan atau madengen-dengen yaitu untuk mensucikan kedua calon pengantin dari hal-hal negatif yang berada di dalam diri calon pengantin.

  1. Upacara Adat Mewidhi Widana atau Natab Banten Beduur

Selanjutnya ada upacara adat yang bernama Mewidhi Widana. Pada prosesi ini kedua calon mempelai menggunakan akan busana kebesaran pengantin. Prosesi ini juga bisa di katan puncak dari prosesi pensucian kedua calon pengantin sebagai sepasang suami istri. Upacara adat ini juga mempunyai tujuan untuk meminta restu kepada Tuhan agar pernikahan yang di langsungkan di berikan keberkahan dalam mengarungi kehidupan berumah tangga.

  1. Upacara Adat Mejauman atau Ma Pejati

Upacara pernikahan adat Bali yang selanjutnya bernama Upacara Adat Mejauman atau Ma Pejati. Upacara ini di lakukan setelah beberapa hari pasangan pengantin melangsungkan pernikahan. Prosesi ini di awali dengan kedatangan kedua pasangan beserta keluarga pria ke kediaman orang tua wanita. Kemudian kedua pasangan tersebut meminta restu kepada kedua orang tua wanita yang bahwasannya sang wanita sudah menjadi keluarga besar dari pihak pria.

Nah itu dia beberapa prosesi upacara pernikahan adat Bali yang biasa dilakukan oleh masyarakat keturunan Bali pada umumnya. Dengan melangsungkan prosesi pernikahan secara adat, secara tidak langsung kita ikut melestarikan adat, sehingga tidak punah di makan oleh waktu.

Jika anda sedang mencari MUA untuk rias pengantin adat maupun nasional, anda dapat menggunakan MUA Parasayu. Dengan MUA yang berkualitas dan berpengalaman tentu tampil cantik di hari bahagia dapat kita wujudkan. Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubungi MUA Parasayu di nomor telepon atau WA 0895404100004.