Gejala Sosial: Jenis dan Fungsi Gejala Sosial

Gejala sosial merupakan fenomena sosial yang terjadi di dalam masyarakat, gejala ini memberikan berbagai dampak terhadap manusia dan tidak dapat dihindari. Gejala Sosial ini memiliki dampak baik positif maupun negatif bagi masyarakat, tak terkecuali sobat pembaca setia Parasayu. Dampak positif bisa berbentuk gotong royong dan modernisasi, sedangkan dampak negatif  bisa berbentuk kejahatan, peperangan, kemiskinan, pengangguran, korupsi dan kenakalan remaja.

  1. Pengertian Gejala Sosial

Gejala sosial adalah fenomena yang menyebabkan terjadinya permasalahan sosial. Permasalahan sosial dan tingkah seseorang yang terjadi dalam masyarakat serta lingkungannya saling mempengaruhi satu sama lain. Berikut adalah beberapa jenis gejala sosial yang sering terjadi di dalam kehidupan bermasyarakat.

  1. Jenis – Jenis Gejala Sosial

  • Gejala Ekonomi

Gejala ekonomi adalah terjadinya gejolak dalam kondisi ekonomi yang berpotensi mengubah keadaan masyarakat. Contoh dari gejala ekonomi adalah kemiskinan dan ketimpangan penghasilan.

  • Gejala Budaya

Gejala budaya merupakan pergolakan yang terjadi dalam kebudayaan masyarakat. Konsep dari Bhinneka Tunggal Ika yang diterapkan di Indonesia adalah cerminan dari masyarakatnya, maka dari itu segala perbedaan budaya dapat diterima oleh tiap anggota masyarakat. Namun tentu saja akan muncul perdebatan sengit apabila suatu kebudayaan dianggap tidak selaras dengan kebhinekaan.

  • Gejala Alam

Gejala alam tidak hanya tanah longsor, gunung meletus, atau angin puting beliung. Ada masanya gejala alam terjadi disebabkan kelalaian yang dilakukan manusia, seperti banjir yang diakibatkan oleh sampah dan tidak ada nya lahan hijau untuk penyerapan air hujan. Hal tersebut merupakan akibat dari masyarakat yang suka membuang sampah sembarangan dan menebang pepohonan.

  • Gejala Psikologis

Tingkah laku seseorang di dalam masyarakat turut dipengaruhi oleh aspek kejiwaannya. Aspek psikologis masyarakat negara matahari terbit, Jepang yang memiliki trauma besar akibat peperangan tentu saja berbeda dengan masyarakat negara lain yang tidak mengalami pengalaman yang sama. Hal ini dapat membedakan reaksi masing-masing masyarakat dalam menanggapi dan menanggulangi gejala sosial yang terjadi.

  1. Faktor Faktor Gejala Sosial

Berbagai gejala-gejala sosial yang muncul dalam kehidupan bermasyarakat ini dapat terbentuk dikarenakan oleh 2 faktor

  • Faktor Struktural

adalah pola-pola hubungan antara perorangan dan kelompok yang terjadi di lingkungan masyarakat. Fenomena inilah, yang terjadi di masyarakat yang disebabkan oleh faktor struktural antara lain seperti penyuluhan sosial, interaksi antar individu, interaksi antar individu dengan kelompok dan lain-lain.

  • Faktor Kultural

Faktor kultural merupakan nilai-nilai yang muncul dan berkembang di masyarakat. Fenomena ini dikarenakan faktor kultural antara lain seperti penyimpangan perilaku, gotong royong, kemiskinan, kenakalan remaja dan lain-lain.

  1. Karakteristik Gejala Sosial

Gejala sosial juga memiliki beberapa karakteristik yang membedakannya dengan gejala alam atau gejala-gejala lainnya. Adapun beberapa karakteristik itu adalah:

  • Tidak bersifat Universal

Kegiatan manusia menyebabkan gejala ini dipengaruhi oleh kondisi sosial atau budaya masyarakat yang berbeda di setiap daerah. Kegiatan yang serupa yang terjadi di daerah-daerah yang berbeda dengan budaya-budaya yang berbeda dapat menghasilkan gejala sosial yang tentunya berbeda pula.

  • Beragam dan Rumit

Gejala sosial sangat beragam dan rumit karena kegiatan-kegiatan manusia yang memunculkan gejala sosial ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kondisi geografis, ekonomi, maupun kejiwaan.

Beberapa gejala tidak bisa dianggap sama karena masing-masingnya memiliki sifat dan karakteristik yang berbeda-beda. Misalnya, gejala agama tidak dapat disamakan dengan gejala ekonomi, budaya, maupun politik, meskipun gejala-gejala tersebut masih berhubungan satu sama lain.

  • Sangat kompleks dan rumit

Dikatakan bahwa gejala sosial sangat rumit karena di dalamnya terdapat hubungan antarmanusia yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, yaitu sosial, ekonomi,budaya, politik, psikologis, dan agama.

  • Bersifat dinamis

Karakteristik ini terjadi karena mengacu pada tingkah laku masyarakat yang cenderung sering berganti-ganti (dinamis). Hal ini mengakibatkan peristiwa menjadi cepat berubah. Seperti contohnya, pergantian model pakaian yang silih berganti.

  • Tidak mudah dimengerti

Karakteristik ini mencerminkan suatu wujud dari perilaku dan hubungan antarmanusia, sulit dimengerti. Berbeda halnya dengan gejala alam yang dapat kita ukur dan antisipasi terlebih dahulu.

  • Kurang objektif

Karena merujuk pada perilaku masyarakatnya, maka gejala ini ikut memperhatikan pada hal yang terikat pada karakteristik setiap individunya. Contohnya, kasus seperti prostitusi atau kemiskinan yang biasanya dinilai oleh masyarakat secara subjektif. Apakah hal-hal itu baik atau buruk, benar atau salah, tergantung pada persepsi setiap masyarakat yang ada di daerah tersebut.

  • Bersifat kualitatif

Berarti menunjukkan suatu gejala tidak bisa diukur (kuantitatif, tetapi harus dilihat dan dianalisis secara mendalam).

  • Sulit diprediksi

Karena sifatnya yang rumit, tidak mudah dimengerti, sering berubah-ubah, kualitatif, dan khusus.

  1. Contoh Gejala Sosial

Gejala sosial yang terjadi di masyarakat dimulai dengan adanya pergantian sosial dalam masyarakat yang bisa saja mengakibatkan dampak yang positif maupun dampak yang negatif. Misalnya yaitu:

  • Perilaku Korupsi

Korupsi saat ini bukanlah hal asing lagi bagi telinga kita karena korupsi kini sudah dianggap sebagai budaya di Indonesia. Suatu individu atau golongan seringkali menyadari atau tidak sadar melakukan tindak korupsi yang bisa merugikan pihak-pihak lain.

Misalkan saja seperti sering membolos sekolah atau kerja, sering terlambat ke sekolah atau kerja, mengambil sesuatu yang bukan miliknya atau hak nya, pulang lebih dahulu sebelum waktunya dan lain-lain sebagainnya.

  • Kemiskinan

Contoh dari gejala sosial yang satu ini adalah kemiskinan yang sering kita temukan di sekitar kita. Terdapat dua jenis yaitu kemiskinan relatif dan kemiskinan absolut

  • Kemiskinan relatif

Individu atau kelompok yang dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Tetapi dirinya masih merasa tidak mampu dan masih merasa miskin dibandingkan dengan individu lain ataupun kelompok lain.

  • Kemiskinan absolut

Individu atau kelompok yang tidak bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan di dalam kehidupannya.

  • Kriminalitas atau kejahatan

Kejahatan terbentuk karena proses meniru, lingkungan sosial, pelaksanaan peranan sosial, kompensasi, identifikasi, kekecewaan yang agresif dan konsep diri. Kejahatan atau kriminalitas bisa saja terjadi karena hidup yang konsumtif yang tidak diimbangi dengan kemampuan.

  • Kenakalan Remaja

Sikap remaja ditandai dengan adanya dua ciri yang saling berlawanan seperti keinginan untuk melawan dan sikap acuh tak acuh. Sikap radikalisme merupakan keinginan untuk menolak secara menyeluruh terhadap tatanan yang berlaku di masyarakat.

  • Keluarga yang cerai-berai

Anggota-anggotanya tidak mampu memenuhi suatu kewajiban yang sesuai dengan peran sosialnya akibat perpecahan di dalam keluarga.

Bentuk dari perpecahan adalah keluarga yang tidak lengkap yang dikarenakan hubungan diluar nikah, perceraian, buruknya hubungan antara anggota keluarga, krisis keluarga yang terjadi karena kepala keluarga meninggal dunia dan anggota keluarga terkena gangguan mental atau gangguan psikologis.

  • Pelanggaran terhadap norma-norma dalam masyarakat

Melanggar terhadap norma atau nilai sosial sering terjadi di dalam suatu kehidupan bermasyarakat. Contoh dari pelanggaran norma maupun nilai sosial seperti kenakalan remaja, prostitusi, mabuk-mabukan dan lain sebagainnya.

  • Peperangan

Peperangan adalah suatu permusuhan antara masyarakat atau golongan yang berakhir dengan akomodasi.

mua parasayu