Makna Siger Sunda dan Aksesoris Lainnya

Berbicara tema make up pernikahan adat memang banyak sekali ragamnya. Hampir setiap daerah di Indonesia mempunyai ciri khasnya masing-masing. Dari sekian banyaknya riasan pengantin adat, salah satu diantaranya yang mengunakan siger adalah pengantin adat Sunda. Mahkota atau yang biasa disebut siger Sunda merupakan aksesoris yang tidak bisa dipisahkan dalam tampilan pengantin wanita. Tampilan anggun dan mempesona akan tampak terlihat ketika pengantin wanita menggunakan siger yang dibalut dengan busana daerah dari tatar pasundan tersebut.

Menurut berbagi sumber, siger sunda terinspirasi dari tokoh yang bernama subardha dan srikadi yang mempunyai karakter pemberani, anggun, cantik serta disenangi oleh masyarakat. Dengan kata lain, calon pengantin wanita diharapkan dapat mempunyai karakter seperti yang digambarkan tersebut.

Selain siger, dalam pengantin adat sunda juga terdapat beberapa aksesoris lainnya seperti kembang tajur, kembang goyang, ronce untaian bunga serta daun sirih. Semua atribut yang terdapat dari pengantin Sunda tersebut mempunyai makna yang terkandung didalamnya.

Makna siger Sunda dan aksesoris lainnya

Dibalik anggunanya penampilan pengantin Sunda, jika kita perhatikan ada beberapa aksesoris pendukung yang membuat tampilan pengantin adat Sunda begitu mempesona. Dari hiasan mahkota dikepala, hingga tanda hijau dikening pengantin, menjadikan perpaduan aksesoris tersebut tampak cantik dipandang. Namun, siapa sangka dibalik penggunaan aksesoris yang kenakan pengantin ternyata mempunyai makna yang mendalam. Berikut ini, parasayu akan mengulas makna yang terkandung pada aksesoris yang digunakan oleh pengantin adat Sunda.

  1. Makna Mahkota Siger Sunda

Sebagian orang mungkin kurang familiar dengan siger, namun jika mendengar kata mahkota mungkin kebanyakan orang sudah mengetahuinya. Nah, pada rias pengantin adat Sunda, sang mempelai pengantin menggunakan siger sebagai aksesoris dikepalanya. Biasanya siger atau mahkota dalam pengantin Sunda berwana silver bercorak emas.

Benda yang mempunyai berat kurang lebih 2 kilogram ini, membuat penampilan pengantin Sunda terlihat anggun mempesona. Namun terlepas dari itu semua, ternyata siger yang digunakan pengantin Sunda mempunyai makna yang mendalam.

Simbol siger dalam pengantin sunda bermakna kebijaksanaan, anggung, kearifan, rasa hormat serta kesempurnaan bagi wanita. Dengan kata lain, calon mempelai wanita diharapkan mempunyai karakter seperti yang digambarkan dari filosofi tersebut.

  1. Kembang Tanjung

Selanjutnya ada kembang tajur. Jika kamu perhatikan dengan teliti, bagian belakang siger atau mahkota pengantin adat Sunda ada kembang yang terurai. Kembang tersebut bernama kembang tajur. Kembang ini bukan hanya aksesoris semata, kembang ini mempunyai makna yang mendalam dari filosi rias pengantin adat Sunda.

Biasanya terdapat enam pasang kembang tajur yang menempel dibelakang siger pengantin. Kembang tajur ini memiliki makna calon pengantin wanita mempunyai sifat setia terhadap suami.

  1. Kembang Goyang

Selain kembang tajur, dalam aksesoris pengantin adat Sunda juga ada yang namanya kembang goyang. Berbeda dari kembang tajur, kembang goyang sendiri biasanya disematkan dibagian depan dan belakang.

Biasanya kembang ini berjumlah tujuh, kemudian ditempat di bagian depan denganĀ  jumlah lima dan sisanya disematkan dibelakang. Hal ini dilakukan bukan tanpa alasan, kembang goyang dimaknai bahwasanya calon mempelai pengantin harus terlihat cantik didapan maupun dibelakang.

  1. Ronce Untaian Bunga

Salah satu ciri khas pengantin adat Sunda yaitu terdapat ronce untaian bunga pada bagian kepala hingga ke bagian tubuh pengantin. Biasanya pada ronce untaian tersebut terdapat bunga melati, bunga sedap malam, tanjung dan kamboja sebagai pelengkapnya.

Untaian bunga yang memiliki panjang sekitar 20 hingga 30cm itu tidak hanya sebagai aksesoris semata. Namun ronce untaian bunga tersebut mempunyai makna mendalam dari riasan pengantin adat Sunda. Adapun makna dari ronce tersebut yaitu melambangkan keharmonisan dalam menjadi kehidupan berumah tangga.

  1. Daun Sirih di Kening

Jika kita lihat dengan teliti, pada bagian kening pengantin adat Sunda terdapat tanda berwarna hijau. Siapa sangka, warna hijau tersebut merupakan daun sirih yang dibentuk serperti ketupat berukuran kecil.

Selain mempercantik penampilan pengantin, ternyata daun sirih yang ditempelkan pada kening tersebut mempunyai makna. Adapun makna tujuan dari daun sirih yaitu untuk menolak musibah atau tolak bala. Percaya atau tidak, namun disetiap riasan pengantin adat Sunda, terdapat daun sirih yang selalu ditempelkan pada bagian kening mempelai pengantin wanita.

Itu dia makna siger Sunda dan aksesoris lainnya yang biasa terdapat pada pengantin adat Sunda. Bagi kamu yang ingin tampil cantik dan anggun menggukan make up pengantin adat Sunda, kamu bisa menggunakan jasa make up artist MUA Parasayu. Dengan dukungan MUA yang berpengalaman dan berkualitas, make up pernikahan yang kamu anggun mempesona dapat terwujud. Untuk informasi paket pernikahan selengkapnya, kamu bisa mengunjungi website mua.parasayu.net atau WA ke no 0895404100004.