Makna Mendalam dari Tampilan Pengantin Sunda

Penampilan pengantin Sunda dikenal memiliki pesona yang anggun dalam melangsungkan pernikahan. Dengan banyak populasi dari keturunan suku Sunda, membuat pernikahan adat Sunda menjadi familiar di Indonesia. Salah satu ciri khas dalam penampilan pengantin Sunda yaitu siger Sunda. Perpaduan aksesoris dikepala tersebut membuat pengantin wanita terlihat cantik mempesona.

Sebelum lanjut, ada sedikit informasi untuk calon pengantin. Jika anda sedang mencari rias pengantin yang berkualitas, anda dapat menggunakan MUA Parasayu. Dengan MUA yang berpengalaman, tampil cantik dihari pernikahan dapat kita wujudkan. Untuk informasi selengkapnya, anda dapat menghubungi nomor telepon/WA 0895404100004.

Mengenal Tampilan Pengantin Sunda

Cantik dan anggun merupakan kata yang terucap ketika melihat pengantin Sunda. Dengan siger yang khas membuat tampilan pengantin menjadi lebih sempurna.

Dalam tampilan mempelai wanita, terdapat 3 rias pengantin yang sering digunakan. Diantara yaitu pengantin Sunda putri, siger dan sukapura.

Dari ketiga tampilan tersebut mempunyai ciri yang berbeda. Meskipun begitu, dari ketiga tampilan pengantin tidak signifikan berbeda.

  1. Pengantin Sunda Putri

pengantin sunda

foto by popbela.com

Rias pengantin Sunda putri biasa digunakan pada acara akad nikah. Dengan busana berwarna putih serta menggunakan sanggul puspasari, tampilan pengantin tampak terlihat anggun. Adapun busana yang digunakan yaitu kebaya pendek atau panjang yang terbuat dari brokrat dengan hiasan payet. Untuk aksesoris lainnya terdapat juga sepasang subang permata untuk hiasan anting, bros sebanyak tiga buah, cinci dan gelang. Dan untuk selop biasanya berwarna putih atau keperakan, sedikit tinggi ditambah dengan aksen bordir.

  1. Pengantin Sunda Siger

pengantin sunda

foto by mommyasia.id

Penganti Sunda siger seperti sudah familiar dikalangan masyarakan. Mempelai wanita yang menggunakan siger biasa digunakan pada acara resepsi pernikahan. Adapun kain yang digunakan oleh mempelai Sunda siger yaitu kain bercorak sidomukti, lereng eneng dan lereng garutan.

Untuk busana pengantin biasanya menggunakan kebaya brokat dengan warna yang keemasan dan diserasikan dengan selop yang berwana keemasan juga. Selain itu, perhiasan yang digunakan yaitu benten atau pending, sepasang giwang, sepasang kilat bahu, kalung permata, bros, sepasang gelang permata dan cincin permata.

  1. Pengantin Sunda Sukapura

pengantin sunda

foto by museumnusantara.com

Pengantin Sunda sukapura sedikit berbeda dengan pengantin Sunda putri dan siger. Pada mempelai Sunda sukapura tidak menggunakan sanggul puspasari, melaikan sanggul Ciwidey.

Untuk siger dalam rias pengantin sukapura tedapat dua bentuk yaitu bentuk siger Srikandi dan siger Sumbadra. Untuk busana, pada pengantin sukapura menggunakan kebaya dari bahan lame dengan panjang sepinggul dari tubuh. Sedangkan untuk corak kain yang digunakan yaitu corak sidomukti dan lereng.

Adapun aksesoris yang digunakan yaitu siger sukarpura (Srikandi/Sumbadra), kembang goyang tujuh buah, sepasang gelang dan cincin, sepasang giwang, kalung permata, kalung panjang yang dihiasi dengan bulu serta pending emas untuk dikebaya.

Makna dari Riasan Pengantin Sunda

Selain penampilan mempelai wanita yang terlihat cantik mempesona, dibalik itu ternyata terdapat makna yang mendalam dari riasan pengantin Sunda.

  1. Mahkota Siger

Pada rias pengantin Sunda, sering kita lihat terdapat mahkota diatas kepala pengantin wanita. Mahkota tersebut bernama siger Sunda. Meski hanya aksesori, tampilan siger Sunda pada mempelai wanita menambah kesan keanggunakan dari mempelai wanita. Namun, sebenarnya mahkota atau siger Sunda tersebut mempunyai arti rasa hormat, kearifan serta kebijaksanaan dalam pernikahan adat Sunda.

  1. Daun Sirih di Kening

Jika kita lihat dengan teliti, pada kening mempelai wanita terdapat warna hijau. Warna hijau tersebut merupakan daun sirih yang dibentuk seperti ketupat untuk ditempelkan pada kening. Selain itu, makna dari daun sirih pada mempelai wanita adalah sebagai tolak bala.

  1. Kembang Tajur

Selanjutnya ada kembang tajur. Kembang ini biasanya ditempatkan dibelakang sanggul dari pengantin wanita. Kembang ini bukan hanya sekedar hiasan, namun mempunyai makna sebagai kesetian wanita terhadap pasangannya.

  1. Kembang Goyang

Kemudian ada kembang goyang. Masih dibagian sanggul, jika kita lihat dibagian tersebut terdapat bunga yang melambai. Bunga tersebut bernama kembang goyang. Biasanya terdapat tujuh kembang goyang pada bagian sanggul, lima diantaranya menghadap kedepan sedangkan dua menghadap kebelakang. Dalam riasan adat Sunda, hal ini mempunyai arti bahwasannya wanita harus terlihat cantik seperti bunga dan terlihat baik dari depan maupun belakang.

  1. Untaian Melati

Sebutan lain dari untaian melati yang digunakan oleh mempelai wanita adalah ronce. Untaian ini, bukan sekedar pemanis dari pengantin wanita, namun mempunyai makna kemurnian dan kesucian dari wanita.

Setelah kita mengulas makna dan tampilan pengantin Sunda, selanjutnya bagi anda yang ingin melangsungkan pernikahan menggunakan pernikahan adat, anda juga harus mempersiapakan mental dan fisik sebaik mungkin. Dengan begitu, acara pernikahan dapat berlangsung dengan baik.

Jika anda sedang mencari make up artist disekitar Jabodetabek, anda dapat menggunakan MUA Parasayu. MUA Parasayu sudah berpengalaman dalam merias pengantin adat dari berbagai daerah. Untuk informasi lebih lanjut, anda dapat menghubungi MUA Parasayu dinomor telepon/WA 0895404100004 atau mengunjungi website mua.parasayu.net.