Pengertian, Tujuan dan Beberapa Contoh Majas Paradoks

Membuat karya sastra tanpa majas mungkin bagaikan makan sayur tanpa garam, hambar dan kurang indah. Sehingga setiap yang ingin atau sedang menyusun sebuah karya sastra terlebih puisi wajib menguasai macam-macam majas salah satunya majas paradoks. Kemudian kita kenal juga ada majas metafora dan majas personifikasi.

Berbicara tentang majas ini memang sangat menarik dari pengertiannya saja sangat luas dan sayang jika dilewatkan begitu saja. Apa sih majas atau gaya bahasa paradoks itu?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) majas ini adalah gaya bahasa yang mempunyai makna pertentangan dengan pendapat umum namun mengandung kebenaran yang terkandung di dalamnya.

Secara bahasa kata paradoks sendiri berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu “paradox” yang mempunyai makna pernyataan yang bertentangan. Lalu bagaimana dengan pengertian dari majas atau gaya bahasa paradoks secara umum?

Majas ini secara umum adalah gaya bahasa yang menerangkan pernyataan yang terlihat bertentangan padahal pada kenyataannya tidaklah bertentangan. Biasanya gaya bahasa paradoks digunakan untuk menegur seseorang dengan lembut dan tidak menyakiti. Selain itu gaya bahasa paradoks juga sering digunakan dalam menyampaikan argumen atau opini.

Mengenal Lebih Luas Tujuan dan Ciri-ciri Majas Paradoks

Apa sih tujuan yang sebenarnya dari pemakaian majas atau gaya bahasa paradoks itu? Adapun tujuan dari digunakannya majas atau gaya bahasa paradoks adalah sebagai berikut ini:

  • Untuk mengutarakan opini atau pendapat tentang suatu hal yang tidak disukai.
  • Biasa dipakai untuk menegur lawan debat atau bicara namun tetap terlihat sopan dan tidak lancang.
  • Sangat tepat jika dipakai dalam menyampaikan argumen.
  • Gaya bahasa paradoks sering ditemui atau digunakan pada media cetak seperti koran, tabloid maupun majalah.
  • Digunakan untuk memberikan kesan mendalam dan juga dramatis sehingga menarik bagi para pembaca.

Lalu apa yang membedakan majas paradoks dengan jenis majas yang lain? Untuk mengetahui perbedaanya tentu saja Anda harus mengetahui ciri-cirinya. Berikut ini adalah ciri-ciri dari majas atau gaya bahasa paradoks:

  • Terdiri dari dua komponen yang berbeda atau bertentangan namun dalam satu kalimat.
  • Dua komponen yang bertentangan dalam satu kalimat namun keduanya sama-sama benar.

Baca Juga : Pengertian, Ciri-ciri dan Contoh Majas Asosiasi

Baca Juga : Pengertian, Ciri-ciri dan Contoh Lengkap Majas Metonimia

Contoh-contoh Majas Paradoks

Agar Anda dapat lebih memahami seperti apa majas atau gaya bahasa paradoks simak beberapa contoh berikut ini:

  • Ketenaran yang dimilikinya menjadi kekuatan sekaligus kelemahan terbesarnya dalam menemukan pendamping hidup dan juga teman sejati.

Kata yang menggunakan gaya bahasa paradoks yaitu “kekuatan” dan “kelemahan” dimana keduanya adalah kata yang bertentangan.

  • Jangan pernah takut terlihat jelek dimata manusia asalkan bagus dimata Allah SWT.

Kata yang menggunakan gaya bahasa paradoks yaitu “jelek” dan “bagus” dimana keduanya adalah kata yang bertentangan.

  • Menurunnya pendapatan dikala pandemi ini turut menambah kesengsaraan masyarakat.

Kata yang menggunakan gaya bahasa paradoks yaitu “menurun” dan “menambah” yang mana keduanya sudah pasti adalah kata yang bertentangan.

  • Wanita itu hanya berani berbicara di belakang saja namun sangat takut berbicara di depan orangnya langsung.

Kata yang menggunakan gaya bahasa paradoks yaitu “di belakang” dan “di depan” dimana keduanya adalah kata yang bertentangan.

  • Tono selalu bergaya seperti orang yang berwawasan luas padahal kenyataannya dia adalah orang yang minim pengetahuan.

Kata “berwawasan luas” dan “pengetahuan minim” merupakan gaya bahasa paradoks atau bertentangan.

  • Bocah itu sangat pandai dalam mencari uang namun sangat bodoh dalam pendidikan sampai-sampai ujian nasional tidak lulus.

Yang menunjukan pertentangan atau paradoks pada contoh tersebut adalah “bodoh” dan “pandai”.

Demikian itu adalah penjelasan lengkap tentang pengertian, tujuan dan juga contoh dari majas paradoks. Semoga menambah wawasan dan bermanfaat ya.

mua parasayu