Majas Perbandingan dan Sederet Pembahasannya

Sebelumnya kita sudah bahas macam-macam majas dalam dunia sastra, tentunya menghadirkan ciri khas masing-masing sebagai pembedanya. Salah satu jenis Majas yang diulas pada pembahasan ini, yakni Majas Perbandingan. Berbeda dengan majas metafora, majas jenis Perbandingan memiliki 7 macam kategori, dan akan diulas lebih lengkap pada pembahasan berikut ini.

  1. Asosiasi

Urutan pertama hadir Majas jenis Asosiasi. Majas ini merupakan perbandingan dua hal yang berbeda, namun memiliki konotasi sama. Gaya bahasa dalam Majas ini dibedakan dengan penggunaan kata ‘bagai’, ‘seumpama’, ‘bagaikan’, ‘seperti, dan ‘laksana’. Umumnya gaya bahasa pada Asosiasi, memiliki perbandingan kata 50:50.

Contoh dari Majas jenis Asosiasi, misalkan pada kalimat “Semangat seorang Relawan, bagaikan kerasnya baja.”. Dalam hal ini, terdapat perbandingan antara ‘semangat relawan’ dengan ‘kerasnya baja’. Gaya bahasa tersebut dipisahkan dengan konjungsi ‘bagaikan’. Sehingga terciptalah gaya bahasa Majas jenis Asosiasi.

  1. Metafora

Yang kedua, hadir Majas jenis Metafora. Metafora merupakan salah satu majas yang digunakan untuk membandingkan dua hal, dengan makna kiasan. Majas jenis Metafora ini dianggap sebagai salah satu jenis Majas yang tidak menggunakan kata pembanding. Atau dalam arti lain, memiliki makna kata langsung dan tidak terikat.

Contoh dari Majas jenis Metafora, terdapat pada kalimat “Lelaki tersebut dipercaya sebagai anak emas.”. Dalam hal ini, Majas jenis Metafora yang dimaksud pada ‘anak emas’. Anak emas dianggap sebagai makna kiasan seseorang yang dapat dipercaya. Sehingga Metafora lebh mengangkat makna klise eksplisit di dalam kata tersebut.

  1. Personifikasi

Selanjutnya hadir Majas jenis Personifikasi. Majas ini merupakan salah satu perbandingan gaya bahasa seolah-olah menghidupkan benda mati. Umumnya gaya bahasa Personifikasi digunakan untuk karya sastra seperti puisi. Sifat dari Majas jenis Personifikasi ini cenderung lebih dramatis dibandingkan macam lainnya.

Contoh kalimat dari Majas jenis Personifikasi, “Matahari pagi menatap wanita itu dengan ramah.”. Arti dalam kalimat tersebut hanyalah teriknya matahari di saat pagi hari. Hanya saja dengan kata ‘menatap’. Membuat persepsi gaya bahasa seolah-olah benda mati menjadi hidup. Layaknya pengertian dari Majas jenis Personifikasi.

  1. Alegori

Urutan ke-empat, hadir Majas jenis Alegori. Dalam hal ini, Majas jenis Alegori merupakan salah satu gaya bahasa yang cenderung mewakili sesuatu hal lain. Atau dalam kata lain sebagai makna simbolik. Seolah-olah menjadikan kalimat tersebut sebagai sesuatu yang dapat ditebak, tanpa dijelaskan secara rinci makna aslinya.

  1. Simbolik

Sesuai dengan namanya, Apa itu Majas jenis Simbolik? Majas ini hampir mirip dengan Majas jenis Alegori, hanya saja untuk Simbolik cenderung menggunakan simbol langsung untuk menjelaskannya. Atau dapat dikatakan, terdapat makna kiasan yang unik. Sehingga pembaca atau pendengar dapat menyimpulkan melalui makna kiasan tersebut.

  1. Metonimia

Berbicara mengenai Majas Metonimia, tahukah Anda bahwa jenis ini tergolong sebagai sesuatu yang baru? Majas Metonimia merupakan perbandingan gaya bahasa dengan menggunakan kata yang cukup erat. Dalam arti lain, Ada beberapa diksi seperti merek, labal, atau karya cipta dari sebuah produk barang atau jasa yang digunakan.

  1. Sinekdokhe

Dan yang terakhir pada terdapat jenis Sinekdokhe. Majas ini cenderung digunakan untuk menyatakan perbandingan secara konkret. Ada dua jenis dari Majas Sinekdokhe yang perlu Anda ketahui. Diantaranya adalah Majas Sinekdokhe Pas Pro To To dan Majas Sinekdokhe Totum Pro Parte.

Majas Perbandingan jenis Sinekdokhe ini cenderung digunakan dalam gaya bahasa pidato, cerita pendek, ceramah, lainnya.

mua parasayu